Aku Mengorbankan Semuanya untuk Suamiku, Namun inilah Balasannya !! Part 1

hpk
Sebenarnya, saat kami menikah, suamiku belum memiliki pekerjaan yang layak. Dia hanya memiliki bisnis kecil-kecilan yang kami urus bersama. Aku meminta modal kepada ayahku untuk membenahi usaha kami. Agar bisa kami kembangkan sehingga bisa mencukupi kebutuhan kami. Ayahku selalu percaya denganku, beliau berikan modal yang kubutuhkan.


Awalnya kami membelanjakan modal itu demi kepentingan bisnis kami, tapi tiba-tiba aku melihat aset yang kami miliki untuk bisnis itu berkurang. Aku menanyakan kepada suami, lalu beliau jawab kalau aset-aset itu dia jual, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami. Karena saat itu pelanggan sedang sepi. Jadi kami tidak memiliki pemasukan. Jadilah suamiku menjual aset itu demi dapur bisa ngebul. Aku percaya saja, karena yang kutahu selama ini suamiku adalah orang yang jujur. Lagipula memang sejak awal seluruh keuangan dia yang memegang. Jadi dia yang lebih tahu tentang kondisi keuangan kami.

Ya, dalam hal keuangan, suamiku yang memegang kendali penuh. Aku bahkan tak pernah memegang uang sepeserpun. Jika aku butuh sesuatu, bahkan sekadar membeli beras sekalipun, aku harus meminta uang kepada suamiku. Kami tidak memiliki sumber penghasilan lain selain usaha yang kami rintis bersama itu.


Aku pernah punya inisiatif, aku bekerja sebagai penjaga toko di kios milik temanku. Ada sedikit rasa tidak enakan sebenarnya, karena ada kemungkinan aku tidak akan profesional memegang amanah itu. Karena pikiranku terbagi dengan keluarga, dan bisnis yang kugeluti bersama suamiku. Namun karena pertemanan, temanku tidak masalah, karena dia hanya butuh ada orang yang membantunya mengurus toko.

Aku merasa telah mengambil keputusan yang salah sebenarnya, karena anakku masih bayi. Jadi aku merasa sangat kerepotan mengerjakan semua tugas itu. Aku pernah membicarakannya dengan suamiku, namun dia memberikan jawaban yang sangat jauh dari ekspektasiku. Bukannya memberikan pengertian, dia malah menyesal jika aku harus berhenti bekerja.

“Terus kita mau makan apa kala kamu berhenti bekerja?” katanya. “Anak-anak beli susu dari mana? Kan yang paling besar itu kebutuhan untuk beli susu. Inget bisnis kita sedang kolaps. Bantu saya ya, sementara saya sedang membenahi bisnis kita, kamu cari uang dari cara lain ya sayang,” katanya lagi.


Ada benarnya sih, barangkali memang aku harus membantu suami. Tapi entah kenapa, aku merasa seperti ada yang janggal. Kenapa bukan dia saja yang mencari kerja di luar? Kenapa tidak dia saja yang menggunakan ijazah kuliahnya untuk melamar pekerjaan? Kurasa banyak perusahaan yang bersedia menerimanya dengan ijazah itu.

Aku ingat sekali saat aku menghadiri Job Expo, temanku menaruh berkas di sebuah sales space milik perusahaan telekomunikasi. Dia ditanya IPK oleh mbak-mbak yang menjaga sales space itu, apakah IPKnya di atas 3,3? Sayangnya IPK temanku 3,25. Dia langsung ditolak begitu saja oleh perusahaan itu. Lalu datanglah seseorang yang melamar ke perusahaan itu juga. Mungkin karena dia melihat temanku yang ditolak karena IPKnya kurang dari 3,3 jadi dia bertanya terlebih dahulu kepada petugas karena IPK dia tidak memenuhi syarat.

“Mbak, IPK saya 2,75. Apa bisa melamar di sini?” katanya sambil menyodorkan berkas.
Mbak-mbak penjaga sales space membuka dan melihat amplop cokelat yang berisi berkas lamaran itu, baru sedikit dibuka aku langsung bisa mengenali ijazah itu, karena suamiku pun memilikinya. Itu adalah ijazah dari kampus ternama.

Tanpa mengobrak-abrik berkas itu, si Mbaknya langsung berkata, “Nggak apa-apa, masukin aja dulu,” katanya.
Aku dan temanku hanya bisa melongo melihat kejadian itu. “Coba suami kamu mau kita ajak kesini ya,” kata temanku.

Iya, aku pun berpikir demikian. Coba dia mau melamar pekerjaan. Biar bisnis kami aku saja yang mengurus. Tapi dia tidak pernah mau bekerja. Maunya diam di rumah ongkang-ongkang kaki tapi duit tetap mengalir. Astaghfirullah, maaf karena telah berkata begitu tentang seseorang yang seharusnya kuhormati.

Aku sudah capek hati dengan sikapnya. Maksudku, dia punya ijazah 'ajaib', dengan ijazah itu dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik daripada bisnis alakadarnya seperti ini. Daripada aku yang harus bekerja, aku hanya mendapat pekerjaan sebagai penjaga toko, dengan gaji seadanya, dan keluarga jadi tidak terurus. Aku kecapekan, rumah berantakan, anak juga jadi terlantar. Kenapa dia tidak memikirkan kondisi kami sama sekali?

Hari itu, aku mendapat gaji pertamaku. Karena saat itu aku sedang menyusui anakku, temanku memberikan gajiku kepada suamiku. Dia pegang semua uang itu. Aku tidak mendapat sepeser pun. Aku bertanya kepadanya apakah aku bisa meminta uang itu untuk membeli kebutuhan sehari-hari? Tapi katanya uang itu akan digunakan untuk menambah modal bisnis. Aku hanya menerima sepertiga dari gajiku yang bahkan untuk membeli susu anakku pun tidak cukup. Dalam hati, kalau ternyata dia tidak bisa bertanggung jawab seperti itu, untuk apa dia dulu bersikeras menikahiku?

Dulu aku menerima lamarannya karena aku berharap ada yang bisa mendampingiku melalui masa-masa sulit. Ada yang memberi dorongan dan motivasi sehingga kita bisa melalui masa-masa sulit bersama. Karena saat itu aku terancam berhenti kuliah karena ibuku menganggap aku kuliah hanya buang-buang duit.

Memang banyak sekali kebutuhan di samping biaya kuliah yang tidak sedikit, juga biaya kost dan biaya hidup yang mencekik. Sehingga uang beasiswaku tidak cukup untuk memenuhi semuanya. Di saat aku merasa stres dan membuat prestasiku di kampus menurun drastis, datanglah dia memberikan angin segar.

Dia banyak memberikan janji manis ditambah iming-iming ijazah 'ajaibnya' itu. Namun di tengah perjalanan terjal pernikahan kami, dia malah menyuruhku untuk berhenti kuliah. Toh nantinya juga aku akan diam di rumah, mengurus rumah tangga, tidak akan menggunakan ijazahku untuk bekerja, katanya.

Aku sudah menjelaskan bahwa aku kuliah bukan hanya untuk ijazah, kuliah benar-benar menjadi hal yang sangat penting buatku. Tapi dia punya argumen yang lebih kuat untuk membuatku berhenti kuliah. Dia mulai menguras seluruh isi dompetku, sehingga aku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa seizinnya. Akhirnya aku pun berhenti kuliah karena selain aku merasa stres karena nilaiku, aku juga tidak memiliki uang sepeser pun untuk membayar biaya kuliahku. Itulah sebabnya aku hanya bisa menjadi penjaga toko untuk membantu keuangan keluarga kami.

Suatu hari, suamiku tertipu oleh rekan bisnisnya. Uang milik customer-nya dibawa kabur oleh rekannya yang baru dia kenal dari Facebook. Setiap hari banyak yang menggedor rumah kami untuk meminta pertanggungjawaban suami. Aku yang sudah stres dengan kondisi yang kualami, semakin tertekan dengan semua itu. Untungnya aku masih rutin ikut pengajian ibu-ibu di dekat rumah setiap minggunya. Sehingga ada yang merangkulku dan memberiku nasihat untuk bersabar dan tetap kuat dengan kondisi ini.

Pada awalnya, aku masih malu-malu untuk menceritakan kondisiku kepada ustazah yang memberikan ceramah itu. Tapi lama-lama semakin ada dorongan yang kuat untuk menceritakan hal ini. Karena aku butuh nasihat dan dukungan dari orang-orang yang punya pandangan lurus. Aku tidak mau bertindak gegabah yang pada akhirnya hanya akan merugikan diriku sendiri. Tapi aku juga tidak mau terus-terusan terjebak dalam penderitaan seperti ini.

Ustazah itu kaget mendengar ceritaku. Namun beliau hanya bisa memberiku nasehat untuk bersabar. Beliau menceritakan tentang Bunda Khadijah yang selalu “jor-joran” memberikan hartanya untuk dakwah Rasulallah. Imbalannya bukan main-main, Allah memberikan surga dan hingga kini beliau dikenal sebagai Ummul Mukminin, ibunya orang-orang yang beriman, karena pengorbanannya yang begitu besar untuk memelihara orang-orang mukmin yang pada masa itu kebanyakan dari kalangan dhuafa.

Beliau memotivasiku agar seperti Bunda Khadijah, istri Rasulallah, yang ikhlas memberikan hartanya untuk usaha suaminya. Akhirnya dengan penuh perasaan taat karena ingin mencontoh sebaik-baik wanita dalam sejarah islam, aku pun mengiyakan nasihat ustazah itu. Aku mulai memikirkan bagaimana caranya bisa membantu suami keluar dari masalahnya.

Aku terus berpikir hingga satu ide keluar dari renunganku. Aku masih punya warisan peninggalan almarhum Ayah. Ada sebidang tanah, aku bisa menggadaikan sertifikatnya untuk modal usaha yang lebih baik. Agar kami tidak terseret-seret terus dengan usaha yang hampir tidak jalan karena kemalasan suamiku.

Aku berharap dengan usaha itu pula kami bisa mencicil uang purchaser yang dibawa kabur itu. Tapi, ibuku pasti tidak akan setuju. Apalagi beliau tidak percaya kepada kami karena suamiku yang pemalas. Aku terus membujuk ibu, dengan berjanji akan memaksa suamiku untuk bekerja. Aku tidak ingin seperti ini terus. Aku ingin punya rencana yang matang dalam mengarungi rumah tangga ini. Tidak hanya berdiam diri menunggu keajaiban seperti ini. Kalau suamiku tidak bisa menahkodai bahtera ini, maka aku yang akan mengambil alih. Meskipun mungkin aku tidak akan bisa maksimal, karena fokus utamaku adalah anak-anak.

Singkatnya, aku menggadaikan tanah itu. Aku akan menjadi Khadijah seperti yang dinasehatkan ustazah itu. Aku akan berkorban untuk suamiku. Siapa tahu jika ini berhasil dia akan berubah menjadi lebih perhatian dan bertanggungjawab kepada kami. Namun tiba-tiba suamiku menjadi paranoid.

Dia takut jika kelak dia lah yang harus menebus utang gadai itu. Setiap aku menyodorkannya information lowongan kerja, dia akan marah-marah, karena dia merasa aku akan menjebaknya. Dipikirnya, aku akan enak-enakan menikmati uang hasil gadai itu, sementara dia yang akan pusing memikirkan bagaimana membayarnya. Ya Tuhan, padahal itu hanya persyaratan yang ibu ajukan kepadaku, agar setidaknya uang itu digunakan seperti semestinya. Bukan dihambur-hamburkan untuk konsumsi, sementara penghasilan kami tidak juga membaik.

Sampai suatu hari, entah apa yang ada di pikiran suamiku, dia mengambil semua uang itu dariku. Dia kembali dengan strateginya, menguras seluruh isi dompetku agar aku tidak berdaya tanpanya. Tuhan, impianku pupus sudah. Padahal aku hanya ingin kami sama-sama berjuang membangun keluarga ini. Kita selesaikan bersama segala rintangan yang kita hadapi.

Aku tahu, aku juga sering mendengar tentang nasihat-nasihat pernikahan, bahwa tidak mudah menyatukan pemikiran dua orang yang sama sekali berbeda. Tapi aku tidak berpikir akan serumit ini. Kenapa dia tidak pernah bisa sepakat denganku? Apa dia tidak berpikir kalau aku begitu susahnya berkorban untuknya sampai sejauh ini?

Ah, aku terkadang iri mendengar ceramah-ceramah pernikahan, di mana sang penceramah menyuruh sang suami ikhlas menafkahi istrinya dengan layak. Karena sang istri sudah berkorban untuknya, telah mengandung dan mengurus anaknya, telah mencuci bajunya, telah memasakkan makanan enak untuknya, telah menjaga rumahnya, telah menjaga harga dirinya hanya untuk suaminya. Dadaku sesak setiap kali mendengar ceramah-ceramah semacam itu. Aku ingin sekali meminta sang penceramah untuk menceramahi secara pribadi kepada suamiku. Aku ingin ada yang mengatakan kepadanya bagaimana perjuanganku. Tolonglah  hai suami, jangan hancurkan rencanaku begitu saja.

the cheapest car insurance cost of car insurance best car insurance quotes insurance auto insurance quotes car get car insurance quotes online car insurance agent instant car insurance quote car insurance websites direct car insurance insure a car motor car insurance quote cheap car insurance online quotes for car insurance car insurers commercial car insurance motor insurance quote car insurance quotes online get a quote online international health insurance compare car insurance quotes insurance for car compare car insurance car insurance buy life insurance online compare auto insurance international medical insurance general car insurance cheap motor insurance low car insurance car insurance comparison company car insurance budget car insurance private health insurance online quote car insurance cheap motor car insurance car insurance for new drivers cheap car insurance quotes online online car insurance quotes get car insurance quotes car insurance quotes comparison motor car insurance car insurance quotes car insurance cheap comprehensive car insurance best auto insurance short term health insurance motor insurance cheap online car insurance online motor insurance quotes car insurance california buycarinsurance online vehicle insurance free car insurance quotes landlord insurance health insurance for children motorbike insurance monthly car insurance car insurance usa car insurance reviews car insurance renewal quotes vehicle insurance health insurance rates term life insurance quotes vehicle insurance quotes car insurance compare motor vehicle insurance best car insurance motor insurance online quote car insurance online quote life insurance online supplemental health insurance best car insurance rates car insurance discounts motor vehicle insurance quotes auto insurance cheap travel insurance bike insurance travel medical insurance buy car insurance online online motor insurance travel insurance quote get a quote for car insurance health insurance agent car insurance companies cheap car insurance companies travel insurance annual travel insurance commercial vehicle insurance permanent life insurance medical insurance quotes online car insurance cheap car insurance quotes car insurance online quote insurance online level term life insurance health insurance comparison how much is car insurance travel health insurance pet health insurance quotes on cars health ins travel insurance uk quote for car insurance get insurance quote online disability insurance quote temporary health insurance temporary insurance rental car insurance cheap health insurance auto insurance compare third party car insurance buy health insurance auto insurance quotes cheap insurance companies best term life insurance personal health insurance online quote insurance car insurance premium health insurance policies quotes for cars whole life insurance credit insurance cheap van insurance cheap term life insurance cheap motorcycle insurance compare life insurance car insurance cover health insurance motorcycle insurance short term car insurance health insurance coverage insurance qoute cheap life insurance house insurance quote car insurance uk health insurance companies cigna health insurance cheap insurance cheap car insurance uk compare health insurance car insurance for young drivers short term insurance online health insurance caravan insurance life insurance comparison direct insurance health insurance plans motor insurance online car insurance estimator accident insurance home insurance quotes nj car insurance new car insurance private medical insurance home insurance car insurance brokers car insurance rates commercial insurance health insurance quotes motor insurance companies which car insurance car quotes online online auto insurance flood insurance cheap auto insurance quotes car insurance agencies business health insurance term life insurance truck insurance professional indemnity insurance life insurance car insurance policy long term care insurance drive insurance buy insurance car ins motorcycle insurance quote critical illness insurance term insurance student health insurance home insurance comparison insurance rates insurance cover holiday insurance insurance sites online vehicle insurance quotes company website home insurance rates compare insurance buy insurance online affordable medical insurance car insurance coverage product liability insurance home contents insurance buy life insurance renters insurance group health insurance family health insurance motor insurance quote online mortgage insurance best home insurance personal insurance medical insurance property insurance life insurance agent group insurance aetna health insurance cheap medical insurance liability insurance rental insurance life insurance policy group life insurance general liability insurance insurance quotes online all car insurance companies best health insurance insurance plans life insurance for seniors van insurance website quote universal life insurance building insurance co insurance insurance car car insurance prices disability insurance insurance vehicle cheap vehicle insurance senior life insurance medical insurance plans insurance health house insurance life insurance quotes car quotes cheap home insurance

0 Response to "Aku Mengorbankan Semuanya untuk Suamiku, Namun inilah Balasannya !! Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close
[ klik disini 2X ] [ close ]